Pada dasarnya, memulai bisnis risol mayo dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat untuk mendulang banyak keuntungan penjualan. Salah satu langkah praktis yang dapat diterapkan yakni strategi pemasaran 4P. Lantas, bagaimanakah cara mempraktikkannya? Berikut ulasan penjelasannya.

Mempraktekkan Strategi Pemasaran 4P untuk Bisnis Risol Mayo
Secara umum, strategi pemasaran 4P dikenal dengan sebutan “bauran pemasaran”. Salah satu strategi bisnis ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada pelanggan akan hadirnya produk terkait, sehingga mereka dapat ramai membelinya.
Dalam praktiknya, strategi pemasaran ini terdiri dari 4 elemen penting seperti Product, Price, Promotion, dan Place. Strategi pemasaran 4P sebelumnya dipopulerkan oleh Jerome McCarthy sejak tahun 1960-an.
Sebagai informasi, Jerome McCarthy merupakan seorang profesor, penulis, dan konsultan ternama asal Amerika Serikat. Hingga saat ini, konsep pemasaran jebolan dari Jerome McCarthy masih digunakan oleh para pebisnis dan korporasi besar. Berikut penjelasan rinci terkait 4 elemen strategi bisnis yang diperkenalkan oleh Jerome McCarthy.
Product (Produk)
Dalam bisnis makanan, aspek cita rasa menjadi faktor utama sebagai penentu keberhasilan usaha. Oleh sebab itu, pastikan bisnis risol mayo yang dijual memiliki cita rasa lezat untuk mendulang pembelian berulang.
Khusus variasi menu, pebisnis dapat menerapkan tiga pilihan isi risol mayo seperti telur, sosis, ataupun smoke beef. Sementara itu, pebisnis tidak perlu mengaplikasikan kemasan yang terlalu mewah. Namun, pastikan bahwa di dalam kemasan terdapat detail informasi bisnis secara lengkap seperti nama brand, logo, dan identitas lainnya.
Melansir dari kanal Youtube Eliza Perkasa, memulai usaha risol mayo dapat dilakukan dengan mudah, karena produk dapat disimpan di chiller semalaman. Sebelum memulai proses penggorengan, keluarkan risol 30 menit sebelumnya. Saat proses penggorengan, panaskan minyak dengan api kecil. Dalam praktiknya, risol harus terendam minyak agar tidak mudah bocor. Kemudian, jangan terlalu sering dibalik, cukup satu atau dua kali saja.
Price (Harga)
Secara umum, risol mayo merupakan usaha yang menyasar kalangan menengah ke bawah. Oleh sebab itu, pebisnis harus jeli dapat memberikan harga yang kompetitif dan terjangkau.
Pebisnis dapat membuat harga risol mayo isi telur dengan harga Rp 3.000. Sementra itu, varian smoke beef dapat dibandrol dengan harga Rp 4.000.
Jangan takut untuk mulai meningkatkan daya tarik dengan memberikan penawaran promo ataupun diskon khusus. Misalnya, diskon 10% khusus untuk pembelian 10 pcs. Strategi harga ini dapat mendorong penjualan sekaligus menarik lebih banyak pelanggan.
Promotion (Promosi)
Saat memulai bisnis risol mayo, promosikan produk kepada orang-orang terdekat seperti tetangga, keluarga, dan teman lainnya. Selain itu, bangunlah relasi positif dari pihak lain dan bergabung dalam komunitas atau menjalin kerjasama dengan reseller.
Di samping itu, pebisnis juga dapat memanfaatkan media sosial ataupun website untuk mempromosikan produk, sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dalam praktiknya, gunakan berbagai platform online seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan lainnya
Place (Distribusi)
Jika belum memiliki anggaran untuk membuka outlet, pebisnis dapat mengusung konsep ghost kitchen. Selain itu, cobalah untuk menjual produk melalui layanan pesan antar yang tersedia seperti GoFood, GrabFood, atau Shopee Food.
Kendati demikian, jika sudah memiliki modal cukup, sebaiknya bukalah outlet dengan lokasi strategis sesuai dengan target market. Misalnya membuka gerai di alun-alun, sekitar pasar, atau di depan minimarket. Carilah peluang dimana banyak kalangan menengah ke bawah berkumpul.
Pebisnis dapat mendulang banyak keuntungan pada bisnis risol mayo dengan mempraktekkan strategi pemasaran 4P. Strategi pemasaran ini merupakan pilihan terbaik yang telah diaplikasikan oleh banyak pebisnis maupun corporate besar lainnya. /Siti



